Sabtu, 14 Agustus 2010

NJ Mania Beberkan Berbagai Rekor

Organisasi supporter Persitara Jakarta Utara, NJ (North Jak) Mania membeberkan berbagai prestasi yang mereka torehkan. Pemaparan rekor tersebut bertujuan melecut semangat pengurus NJ Mania yang baru dilantik.

Ya, NJ Mania memang sempat dua kali menorehkan rekor Muri sebagai suporter atraktif. Pertama, pada bulan Juli tahun 2007 saat menorehkan rekor datang ke stadion dengan menggunakan 13 perahu dengan jumlah suporter 200 orang. Mereka berangkat dari bibir pantai Tanjung Priuk menuju bibir pantai Stadion Kamal Muara.

Rekor muri kedua ditorehkan NJ Mania saat bermain futsal terlama, yakni 3x24 jam tanpa henti di GOR Jakut pada bulan Maret 2008.

"Dua rekor ini melengkapi status Persitara sebagai satu-satunya wakil kota administratif yang mampu berlaga di kasta sepak bola tertinggi Liga Super Indonesia (LSI)," kata Dewan Penasehat NJ Mania Sahrianta Tarigan, Jumat (3/4/2009).

Hary Ruswanto terpilih menjadi ketua untuk menahkodai organisasi periode 2008-2011. NJ Mania sendiri memiliki ribuan anggota. Apalagi Persitara merupakan klub yang aktif menggelar kompetisi internal. Tercatat ada 33 klub Divisi Utama, 33 Divisi I, dan 35 kelompok umur ikut dalam kompetisi tersebut.

"NJ Mania merupakan suporter yang patut dijadikan contoh karena sampai saat ini belum pernah melakukan kericuhan di pentas sepak bola nasional. Tugas pengurus baru tidak hanya mempertahankan prestasi, namun meningkatkannya," imbuh Sahrianta yang juga politikus Partai Damai Sejahtera ini.

Pengurus NJ Mania perisode 2008-2011:
Dewan Penasehat : Sahrianta Tarigan
Ketua Umum : Hary Ruswanto
Ketua Harian : Syekh Amin
Sekretaris Umum : Rosso Safrianto
Bendahara : Riko Aris
W. Bendahara: Agus Firmansyah
Panglima NJ : Farid (mohammad sahlan/sindo)

Kamis, 11 Maret 2010

Profil Persitara

Berdiri: 1985

Alamat: Jl. Melur Raya No. 1 Indonesia

Telepon: +62 (0) 21 8660 6058 / 9309 00

Faksimili: +62 (0) 866 0524 / 820 8542

Ketua: Drs. HM. Effendi Anas, M.Si (Ketua Umum)

Direktur: Harry "Gendhar" Ruswanto (Manajer Tim)

Sejarah
Berdiri: 1985
Alamat: Gelanggang Jakarta Utara, Jl. Yos Sudarso No. 27-29 Indonesia
Telpon: +62 (0) 21 8660 6058 / 9309 0060 / 0816 750 281
Ketua: Drs. HM. Effendi Anas, M.Si
Direktur: Drs. Sahrianta Tarigan
Manajer: Harry Ruswanto
Pelatih: Dick Buitelaar (Belanda)
Suporter: North Jak Mania
Stadion: Lebak Bulus, kapasitas 11.000 penonton

Sejarah Singkat:

Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta Utara atau lebih dikenal dengan sebutan PERSITARA adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Utara ibu kota. Tim berjuluk Laskar Si Pitung adalah salah satu kontestan Superliga 2009/10, kompetisi paling elit di tanah air musim ini.

Sama halnya dengan tim asal Jakarta lainnya, Persitara hidup dari sokongan dana APBD DKI Jakarta. Hanya saja, sejak berdiri pada 1985, tim yang awalnya bernama Persija Timur-Utara (Persijatimut) ini tidak mendapatkan kucuran dana rakyat sama seperti yang diterima saudara tuanya Persija Jakarta Pusat.

Puncaknya ketika tampuk kepemimpinan di ibu kota dipegang Sutiyoso selama dua periode. Persitara sama sekali tidak diperhitungkan dan hanya dianggap sebagai tim pelengkap. Terlebih dengan munculnya wacana "Jakarta Satu". Yakni hanya satu tim sepakbola yang tampil mewakili Jakarta. Itu dilihat dari dana APBD yang diperoleh. Persija mendapat dana APBD sekitar Rp22 milyar, sementara Persitara hanya kebagian Rp3 milyar.

Namun, semangat juang dan pantang menyerah tim yang sampai saat ini masih dipimpin mantan Walikota Jakarta Utara Effendi Anas itu tidak pernah kendur. Termasuk melawan wacana "Jakarta Satu" itu, meski dengan keterbatasan dana yang dimiliki. Itu pula yang membuat beberapa tim lain di Jakarta, seperti Persija Barat, Persija Selatan, tidak tidak bisa bertahan.

Yang paling tragis tentunya adalah Persijatimur, yang merupakan pecahan dari Persitara. Karena merasa kurang mendapat perhatian di ibukota akhirnya tim ini dijual ke Pemprov Sumatera Selatan, yang kemudian berubah nama menjadi Sriwijaya Football Club (SFC).

Di era perserikatan, prestasi terbaik Persitara terjadi pada musim 1985/86, ketika sukses menembus divisi utama. Sayang, Mansyur Lestaluhu dan kawan-kawan kala itu hanya mampu bertahan satu musim di level atas kompetisi sepakbola nasional dan kembali ke divisi satu.

Tak kunjung mendapat perhatian dari Pemprov DKI, prestasi Persitara pun terjun bebas, hingga berada di kasta terendah divisi II pada musim 2002. Dari situlah tim yang diterima menjadi anggota PSSI sejak 1980 ini mulai merajut prestasi, hingga akhirnya bisa menembus Superliga, yang kali ini merupakan musim keduanya digelar.

Tiga Pemain Bintang:

Tantan
Mantan striker tim divisi utama Persikab Bandung ini diproyeksikan sebagai pengganti Rahmat "Poci" Rivai yang hengkang ke Sriwijaya FC. Kemampuan dan akselerasinya sebagai "tukang gedor" dinilai sepadan dengan bomberandalan Persitara musim ini yang memutuskan hengkang ke Laskar Wong Kito.

Kabir Prince Bello
Diperpanjangnya kontrak pemain asing asal Nigeria ini dipastikan akan membuat lini depan Persitara bakal semakin kokoh. Kemampuan mencetak gol striker yang hingga saat ini masih memegang rekor gol tercepat di pentas Superliga maupun Copa Indonesia, yang dibuatnya saat Persitara menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Superliga musim 2009/09 di Stadion Lebak Bulus Jakarta, 18 Februari silam ketika laga baru berjalan 21 detik, tidak perlu diragukan.

Ladislas Bushiri
Pemain anyar Persitara asal Kanada dengan tinggi 195 centimeter ini dipastikan sebagai palang pintu "Laskar Si Pitung" di pentas Superliga edisi kedua musim depan. Dengan postur tubuh yang cukup ideal sebagai pemain pemain belakang, pemain ini bakal menjadi andalan untuk menahan gempuran pemain lawan. Terlebih karena selama ini tim kebanggaan warga Jakarta Utara ini memang selalu bermasalah dengan lini pertahanannya.

Skuad Pemain:

KIPER - (21) Wawan Darmawan, (1) Muhamad Sandy, (32) Amirudin. BELAKANG - (5) Ladislas Bushiri, (27) Ledi Utomo, (17) Firdaus Ramadan, (3) Tugihadi, (12) Wasyatul Akmal, (22) Irwan Camelio, (4) M. Issa Nurcahya. TENGAH - (14) Ahmad Marzuki, (13) Hariman Siregar, (26) Musryid Money, (8) Dedy Mulyadi, (23) Sutikno, (6) Anwar, (7) John Tarkpor Sonkaley. DEPAN - (10) Tantan, (9) Prince Kabir Bello, Muhamad Renggur, (25) Abdurrahman.

Prediksi Musim 2009/10:
Persitara memang sempat ditinggal beberapa pilar intinya akibat masalah internal yang melanda tim ini. Tapi dengan bergabungnya beberapa pemain baru yang kualitasnya cukup lumayan, bukan tidak mungkin tim yang dikenal tangguh di kandang ini tampil lebih baik musim depan. Terlebih dengan sokongan finansial yang sudah jelas kembali bakal dikucurkan dari dana APBD DKI Jakarta.

Prestasi:
Liga Indonesia

1994/95: Divisi I
1995/96: Divisi I
1996/97: Divisi I
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Semi-final Divisi I
1999/00: Peringkat ke-5 Divisi I Grup Tengah II
2001: Peringkat ke-5 Divisi I Grup Tengah II
2002: Degradasi ke divisi II
2003: Peringkat ke-3 Divisi II Grup C
2004: Delapan Besar Divisi II (Promosi ke Divisi I karena penambahan klub)
2005: Peringkat ke-4 Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
2006: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2007: Peringkat ke-6 Wilayah Timur (Promosi ke Superliga)
2008/09: Peringkat ke-14 Superliga